Sinergi Perguruan Tinggi dalam Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Bencana Tapanuli Selatan
Tanggap Darurat dan Pemulihan Pasca Bencana Tapanuli Selatan oleh LPPM UGN Bersama Perguruan Tinggi Mitra
Pendahuluan
Bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan pada tanggal 25 November 2025 memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah desa. Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor yang merusak infrastruktur, mengganggu akses transportasi, merusak jaringan air bersih, serta menurunkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.
Beberapa desa mengalami kerusakan yang cukup serius, baik pada fasilitas umum maupun pada sumber daya yang menjadi penunjang kehidupan masyarakat sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut adanya respon cepat dari berbagai pihak untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana.
Sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Graha Nusantara (UGN) Padangsidimpuan turut mengambil peran aktif dalam kegiatan penanganan bencana tersebut.
Sejak awal terjadinya bencana, LPPM UGN terlibat secara langsung dalam kegiatan tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak. Selain itu, setelah masa tanggap darurat berakhir, LPPM UGN juga melanjutkan keterlibatannya dalam kegiatan pemulihan pasca bencana, khususnya dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat serta perbaikan infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara LPPM UGN dengan berbagai perguruan tinggi mitra, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (UNJA), serta Universitas Palu, serta dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Waktu Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penanganan bencana dilaksanakan dalam dua tahapan utama, yaitu:
1. Tahap Tanggap Darurat
Dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2025 sampai dengan 28 Desember 2025.
Pada tahap ini kegiatan difokuskan pada penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.
2. Tahap Pemulihan Pasca Bencana
Dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2026 sampai dengan 20 Maret 2026.
Tahap ini difokuskan pada pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat serta perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Lokasi Kegiatan
Kegiatan tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana dilaksanakan di beberapa desa di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak bencana, yaitu:
-
Desa Garoga
-
Desa Huta Godang
-
Desa Batu Hula
-
Desa Aek Ngadol
-
Desa Muara Hutaraja (Dusun Mabang Pasir dan Dusun Bongal)
-
Desa Tolang Jae
-
Desa Silaiya
-
Desa Bandar Tarutung
-
Desa Tandihat
-
Desa Pengkolan Sipirok
Selain itu, kegiatan pemulihan juga difokuskan pada:
-
Dusun Mabang Pasir, Desa Muara Hutaraja
-
Dusun Kapung Durian, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur
Sumber Pendanaan
Kegiatan tanggap darurat memperoleh dukungan dana dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Republik Indonesia dengan total nilai bantuan sebesar Rp 1,38 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai kebutuhan logistik yang disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Selain itu, pada tahap pemulihan pasca bencana, LPPM UGN kembali memperoleh dukungan pendanaan dari kementerian sebesar Rp 226,5 juta yang difokuskan untuk kegiatan pemulihan di Desa Tolang dan Desa Batu Godang.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan tanggap darurat dikoordinasikan langsung oleh Ketua LPPM UGN, Syafiruddin, yang didampingi oleh Sekretaris LPPM UGN, Meutia Sari, serta tim pelaksana lainnya seperti Alwendi.
Tim LPPM UGN melakukan kunjungan langsung ke desa-desa yang terdampak bencana untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan logistik yang disalurkan kepada masyarakat meliputi berbagai kebutuhan pokok seperti bahan makanan, perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kebutuhan penting lainnya yang dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa darurat pasca bencana.
Selain memanfaatkan bantuan dari kementerian, LPPM UGN juga memperkuat kerja sama dengan LPPM Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menyalurkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat, alumni, serta berbagai lembaga melalui POSKO USU.
Beberapa anggota tim dari USU yang turut terlibat dalam kegiatan ini antara lain:
-
Amelia Susanti
-
Pak Oding
-
Pak Zaid
-
Ibu Meutia (Sekretaris LPPM USU)
Bantuan yang disalurkan melalui kerja sama ini antara lain berupa:
-
Filter air
-
Polytank
-
Genset
-
Makanan siap saji (sumbangan dari IPB)
-
Penyedap masakan
-
Baju sekolah
-
Selimut
-
Mie instan
Kegiatan Pemulihan Pasca Bencana
Setelah tahap tanggap darurat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan program pemulihan pasca bencana.
Salah satu fokus utama kegiatan pemulihan adalah penyediaan akses air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di Dusun Mabang Pasir.
Dalam kegiatan ini, LPPM UGN bekerja sama dengan USU dan Universitas Jambi (UNJA) untuk membangun fasilitas air bersih berupa:
-
Sumur bor
-
Polytank
-
Filter air
-
Tower air
Fasilitas ini dibangun untuk memastikan masyarakat memiliki akses terhadap air bersih secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan pemulihan juga mencakup perbaikan jaringan distribusi air yang rusak akibat longsor di Dusun Kapung Durian, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur.
Dalam kegiatan ini, UGN, USU, UNJA, serta Universitas Palu menyerahkan bantuan berupa 75 batang pipa yang digunakan untuk memperbaiki saluran air sepanjang 500 meter yang rusak akibat longsor.
Perbaikan jaringan air ini menjadi langkah penting dalam memulihkan akses air bersih bagi masyarakat setempat.
Penutup

Kegiatan tanggap darurat dan pemulihan pasca bencana yang dilaksanakan oleh LPPM Universitas Graha Nusantara (UGN) bersama perguruan tinggi mitra merupakan bentuk nyata implementasi pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Melalui dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Sumatera Utara, Universitas Jambi, dan Universitas Palu, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat proses pemulihan pasca bencana serta membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi perguruan tinggi dalam penanganan bencana serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
